Sabtu, 22 Agustus 2015

MERIAHKAN HUT RI KE 70 TAHUN AKTIVIS P3S GELAR KHITANAN MASAL

MERIAHKAN  HUT RI KE 70 TAHUN AKTIVIS P3S GELAR KHITANAN MASAL

Garut

Suasana Semarak kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia masih menggema di beberapa daerah di Kabupaten Garut.  Seperti halnya yang dilakukan oleh Aktivis Paguyuban Pemuda-Pemudi Sucinaraja (P3S) Kecamatan Sucinaraja, 22/8
.
Dalam perayaan HUT RI ke-70, mereka menggelar kegiatan khitanan massal bagi masyarakat kurang mampu di Kampung Tabrik, RT01/05, Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kab Garut.
Ketua Pelaksana, Ahmad Saefuloh didampingi aktivis P3S Otoy Sadia mengatakan, kegiatan khitanan massal ini digelar untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu. Setiap anak mendapatkan 1 Paket nasi tumpeng, 1 paket makanan Ringan, 2 Stel Pakaian, 2 Buah sepatu dan 2 Buah Sandal, Serta sejumlah uang tunai.“Insya Allah, kegiatan ini bakal dijadikan agenda tahunan kami dalam rangka menyambut HUT RI dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu,” ujar Ahmad di lokasi Khitanan Massal, Sabtu (22/8/2015).
Ditemui ditempat terpisah, Ketua P3S Engkus Kusnadi mengaku, kegiatan sosial ini digelar spontanitas sebagai bentuk kepedulian jajarannya kepada masyarakat yang nasibnya kurang beruntung.

“ Tahun ini, kami baru mampu mengkhitan sebanyak delapan orang anak dari keluarga kurang mampu. Setiap anak mendapatkan satu paket nasi tumpeng, satu paket makanan ringan, dua stel pakaian, dua pasang sandal dan sepatu serta uang saku,” kata Engkus.
Kegiatan ini terlaksana berkat Bantuan Serta kerjasama dari saudara Gema Ramadan, Heriyanto, Asep Awan Setiawan, keluarga besar H. Rodyah, Hj. Ita Rosita, dan para pengrajin bata merah setempat.di lokasi Acara Tampak Hadir Kepala Desa Linggamukti, Ketua BPD serta Perangkat Desa Linggamukti,  Acara Tersebut juga di meriahkan oleh Salah Satu Grup Dangdut dari Kecamatan Pangalengan Bandung.

AEP SAEPUDIN PIMPIN PARTAI IDAMAN KAB GARUT



AEP SAEPUDIN PIMPIN PARTAI IDAMAN KAB GARUT

Garut

Aep Saepudin terpilih Secara Aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Partai Idaman ( Islam Damai dan Aman) Kab Garut . Sebanyak 42 orang utusan dari Kecamatan yang ada di Kab. Garut dan 2 orang utusan dari DPW Partai Idaman Jawa Barat, 10/08 Para Kader Partai berkumpul di Posko IDAMAN Garut, Jl. Patriot Dalam II, No. 28 Kec. Tarogong Kidul Garut untuk menyamakan visi, misi dan persepsi tentang Partai Idaman sekaligus Pembentukan Tim Formatur DPD Partai Idaman Kab. Garut masa bakti 2015-2020. “Al-hamdulilah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, pelaksanakan pembentukan susunan pengurus/Tim Formatur Dewan Pimpinan Daerah Partai IDAMAN (Islam, Damai, Aman) Kab. Garut dapat berjalan dengan damai, aman, lancar, tertib dan sukses tanpa adanya ekses. sebanyak 42 orang yang mewakili unsur kecamatan yang ada di Kab. Garut dan 2 orang wakil dari DPW Jawa Barat, tepat pukul. 11.00 acara dimulai dengan pembacaan ayat suci al-qur'an yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan tentang Visi, Misi dan Tujuan dari Partai Idaman oleh Umar Taslimasa, M.M.Pd selaku Wakil Ketua DPW Partai Idaman Jabar”.
 Aep Saepudin selaku Ketua Terpilih Partai Idaman  Garut di Posko Idaman Garut. Menjelaskan  Insya Allah setelah shalat Dzuhur berjama'ah dan makan siang akan dilakukan musyawarah untuk menyusun kepengurusan/tim formatur DPD Partai Idaman Kabupaten Garut. Akhirnya tanpa proses panjang, tepat pukul. 13.00 para peserta sepakat secara aklamasi meminta/menunjuk saya untuk dapat mengemban amanah sebagai Ketua DPD Partai Idaman Kab. Garut. Untuk itu “Saya selaku Pribadi maupun selaku Tim Koordinator Daerah Pembentukan Partai Idaman Kab. Garut, mengucapkan Innalilahi wainaillaihi rojiun atas kepercayaan para peserta kepada saya untuk dapat mengemban amanah dalam memimpin partai idaman di Kab. Garut”, Ujarnya. Sebenarnya tugas saya hanya sebatas fasilitator untuk membentuk kepengurusan tapi karena rekan-rekan telah sepakat dan meminta saya untuk menjadi Ketua, Insya Allah, Saya bersedia dan siap untuk membesarkan partai idaman di Kab. Garut sehingga Partai besutan dari Bung H. Rhoma Irama dapat menjadi idaman bagi setiap pria dan wanita karena partainyapun bernama IDAMAN, setiap orang berharap dan menginginkan memiliki pasangan yang IDAMAN, jadi suami idaman, istri idaman dan tak lupa untuk partaipun, yah partai IDAMAN harus jadi solusinya. Ungkapnya penuh Diplomasi.
 Selanjutnya di jelaskan Aep, sehubungan struktur kepengurusan belum terpenuhi, maka saya mengharap rekan-rekan dan warga masyarakat Kab. Garut yang berkeinginan untuk menjadi anggota sekaligus menjadi pengurus di Kab. Garut dan di tingkat Kecamatan, kami sangat terbuka silahkan datang ke Posko IDAMAN GARUT di Jl. Patriot Dalam II, No. 28 Kec. Tarogong Kidul Garut atau bisa menghubungi lewat Tilp/HP. 081320573548. Imbuh Bung Aep penuh harap. Apa yang menjadi alasan saya untuk gabung dan mau menjadi pengurus di Partai Idaman, karena saya membaca dalam AD/ARTnya, Partai IDAMAN adalah Partai Islam yang berazaskan Islam, maksudnya partai Idaman adalah Partai yang Namanya/Merk dan Labelnya Islam, dengan Mottonya yang luar biasa, "Bersatu dalam Aqidah, Berjama'ah dalam Ibadah, Toleran dalam Perbedaan dan Bersinergis dalam Siyasah". Ungkapnya. Mudah-mudahan dengan di cantumkan namanya Partai Islam dapat menjadi cambuk bagi para pengurus partai baik di pusat, wilayah, daerah, kecamatan sampai dengan ke desa/kelurahan dapat menjadi teladan dan tidak berbuat yang tidak baik, tidak melakukan korupsi, kongkalingkong dalam pengambilan kebijakan serta tidak ambisius dalam meraih sebuah jabatan/kedudukan dengan cara menghalalkan segala cara. Ujarnya Tegas. Di akhir perbincangan Bung Aep mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Sekarang telah gabung Fans Fanatik H. Rhoma Irama ke DPD Partai IDAMAN Garut, Ketua Fans Of Rhoma Soneta (FORSA) Garut, Dedi Rona Nada sudah menyatakan siap membesarkan Partai Idaman di Kab. Garut, saya yakin semua orang akan menyangka Bung Rona Nada adalah Rhoma Irama karena Orangnya, Wajahnya dan Suaranya Mirip banget seperti Bung H. Rhoma Irama. Jadi sungguh luar biasa Partai Idaman Garut akan besar karena di dukung langsung oleh Duplikatnya H. Rhoma Irama alias Dedi Rona Nada. Ujanrnya penuh kebanggaan.
Berikut ini struktur kepengurusan DPD Partai Idaman Kab. Garut Periode 2015-2020 : DEWAN ULAMA Ketua : H. ENDANG SYAMSUDIN, S.Ag Anggota : IMAM MUSLIM SHIDIQ, S.Pd.I, USTADZ. DANI HAMZAH, S.Pd.I DEWAN PENASIHAT Ketua : H. ACENG DUDUNG Anggota : Drs. H. ATJENG MUHYIDIEN, UDAN AENULAH DEWAN HARIAN Ketua : AEP SAEPUDIN, S.Ag Wakil Ketua 1 : OHAN BURHANUDIN Wakil Ketua 2 : H. AWANG WAHYU Wakil Ketua 3 : DADANG KURNIA Wakil Ketua 4 : Drs. SOLEHUDIN Sekertaris : Drs. ADJAT SUDRAJAT, M.Si Sekertaris 1 : AGUS NURJAMAN, S.Pd.I Sekertaris 2 : ASEP ALIYUDIN Bendahara : UU MARDZUKI Bendahara 1 : ANI BUDIYANI Bendahara 2 : SELVI WAHYUNI BIDANG KADERISASI DAN KONSOLIDASI Ketua : YAJID ULUMUDIN Anggota : DADANG RUSWANDI, TAUFIK ABDILAH, NANDANG SURYANA, HERLINA, ENOK MARDIAH BUDIYAWATI, BIDANG BAPILU DAN PENGEMBANGAN PARTAI Ketua : NENGAH KANDIKA Anggota : ADE SUPARMAN, USANG SUPRIADI, SUTISNA, ENDANG SUTARJAN, TUTI PERMAWATI, NENG RENI SEPTIANI BIDANG PENDIDIKAN, SOSIAL DAN KEAGAMAAN Ketua : ASEP MISBAH MUNIR Anggota : Drs. H. YUSEP ABDUL ROJAK, SYAMSUL FAUZI, S.Pd, NENI JUHAERANI BIDANG EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN Ketua : SESEP HARIS HERMAWAN Anggota : CECEP WAHYUDIN, SANTI AG, ANISA MUSLIMAH, ASIH HADAWIYAH BIDANG PEMUDA, OLAHRAGA DAN SENI BUDAYA Ketua : ARIP FERDIANSYAHAH Anggota : AHMAD JAELANI, PURWA JATNIKA, ROMDONI, IIF FIRMANUDIN, RISANDIKA GANTINA, SH, ENUNG YUNINGSIH, OPAN HADIAT, ASEP ABDUROHIM BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Ketua : ROSMAWATI Anggota : EULIS ATI NURMALATI, S.Pd.I, HENI HASANAH, S.Pd.I, ADE SITI MARYAM, RITA ISMAHATI, S,Pd.I, MIMIN MINTARSIH, LINA MARLINA BIDANG LITBANG DAN KEMASYARAKATAN Ketua : D. RONA NADA Anggota : YAYAT SUPRIATNA, SANDRA DARMAWAN, NINING KARNINGSIH, IIN SOLIHIN, NENG PAPAT FATIMAH

BUPATI GARUT SAMBANGI PADEPOKAN SILAT PANGLIPUR



BUPATI GARUT SAMBANGI PADEPOKAN SILAT PANGLIPUR




Garut,
Tak bisa dipungkiri pencak silat merupakan salah satu tradisi asli Indonesia yang kini sudah mendunia. Silat dikenal masyarakat sebagai  seni beladiri Peencak Silat yang belakangan banyak dipelajari berbagai kalangan di luar negeri. Tak heran olah raga ini pun kian popular di seantero jagad. Bahkan, di sejumlah Negara, kini sudah berdiri perguruan atau padepokan pencak silat cabang dari Indonesia. Salah satu gudang dan lumbung atlet silat itu adalah Garut. Di wilayah priangan dan Jawa Barat umumnya, Garut dikenal sebagai penghasil Atlet Pencak silat yang mendunia. Pasalnya, banyak diantara Atlet asal Garut tersebut berhasil meraih juara dalam berbagai kompetisi yang digelar di  mancanegara.
Nah, untuk lebih memotivasi para atlet silat di berbagai padepokan, Belum Lama ini  Bupati Garut Rudy Gunawan menyambangi padepokan Pencak silat Panglipur. Kunjungan Bupati Garut merupakan rangkaian kegiatan pembukaan akses jalan baru dari pemakaman astana kalapa ke pemakaman astana tegalnyanda dimana di makam tersebut merupakan makam Abah Aleh dan Anaknya Ibu Rd. Hj. Enny Rukmini Sekarningrat - pendiri Padepokan Pencaksilat Panglipur – sepanjang ± 1.500 m lebar 3,5 m, yang tadinya merupakan jalan setapak sekarang telah menjadi jalan desa.
Menurut bupati Garut Rudy Gunawan , pencak silat, khususnya padepokan silat Panglipur telah banyak berkontribusi mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Garut khususnya. Itu sebabnya, Pemkab Garut terus berupaya melestarikan pencak silat dan padepokan yang ada.
“Saya berharap padepokan silat Panglipur terus menjadi pioneer dalam melestarikan silat sebagai sebuah kebanggan masyarakat Garut. Terlebih Panglipur sudah dikenal di banyak Negara karena pesilatnya mampu meraih prestasi yang membanggakan,” kata Bupati Rudy.
Sementara warga setempat merasa tersanjung atas kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Garut. Tak heran, kehadiran Bupati Rudy Gunawan disambut gegap gempita masyarakat sekitar Padepokan silat Panglipur.
“Atas nama msayarakat dan warga padepokan kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran bupati. Semoga silaturahmi ini bisa memotivasi kami untuk konsisten dalam melestarikan dan mengembangkan silat,” kata H Asep Dedi sesepuh di Padepokan Panglipur.   
Perlu diketahui, Perguruan Pencak Silat Panglipur memiliki sejarah yang panjang. Padepokan silat ini didirikan pada tahun 1909 oleh Abah Aleh.
Abah Aleh sangat piawai dan mumpuni dalam ilmu silatnya. Beliau mampu memadukan gaya berbagai aliran yang diperolehnya dari berbagai tokoh silat terkemuka yang merupakan guru Beliau. Mereka diantaranya Raden Agus yang mengajarkan aliran Cimande Kampung Baru, Haji Bajuri yang mengajarkan Tepak Dua Cimande dan Sipecut, Gan UU mengajarkan rangkaian Jalan Cikalong, Rd. Enggah Ahmad mengajarkan rangkaian gerak Jalan Muka, Rd. Kosasih mengajarkan Ulin Sabandar, Jurus Si Pitung dan lima rangkaian Jurus Alip Bandul, Rd. Husen Nataningrat mengajarkan permainan Bojong Herang, serta banyak lagi tokoh silat lainnya yang membimbing Beliau dalam menuntut ilmu silat.
Pada 1974 Abah Aleh menunjuk kepada putri keempatnya Rd. Hj. Enny Rukmini Sekarningrat sebagai Pimpinan penerus HPS Panglipur, serta kepada murid seniornya untuk meneruskan perjuangannya dalam mengurus dan mengembangkan HPS Panglipur. Ketika Rd. Hj. Enny Rukmini meninggal, kepengurusan yang berada di Garut diserahkan kepada Kang Cecep Arif Rahman.
Himpunan Pencak Silat (HPS) Panglipur, dari tahun 1986, mulai membuka diri sebagai suatu perguruan yang mengembangkan serta mempromosikan keilmuannya hingga ke mancanegara dan berusaha mengkreasikan suatu bentuk seni beladiri yang tetap menjaga tradisi, namun tidak menutup diri terhadap inovasi yang lebih modern.
Sejak Festival BERSI di Prancis, banyak negara-negara lain tertarik untuk mengembangkan pencak silat di negaranya. Di Festival BERSI saja, pencak silat selalu menjadi tiga besar bersama Kungfu Shaolin dari China dan Tae Kwondo dari Korea. Di Prancis, Panglipur sudah memiliki cabang. Juga di Swiss, Belanda, Amerika Serikat, Austria, dan kini yang terbaru adalah Italia. Belum lagi di negara-negara ASEAN. Inggris pun meminta Panglipur membuka cabang di negaranya. Sampai saat ini, Panglipur sudah memiliki 30 cabang di luar Indonesia.
Kini, Panglipur eksis melebarkan sayap di mancanegara, bukan hanya memperkenalkan bela diri pencak silat, namun juga sebagai duta budaya Indonesia, dimana terdapat beribu kebudayaan yang harus dipertahankan.

Sabtu, 30 Mei 2015

KEGIATAN PEMBINAAN TERITORIAL DENBEKANG III-4-02/GARUT DI DESA SUKASONO KECAMATAN SUKAWENING GARUT





KEGIATAN PEMBINAAN TERITORIAL DENBEKANG III-4-02/GARUT
DI DESA SUKASONO KECAMATAN SUKAWENING GARUT
Siasat Garut
Dalam menjalani kehidupannya, rakyat tidak pernah lepas akan ketergantungan kepada Negara. Berbagai instrument Negara dengan berbagai fungsi selalu menyokong kehidupan masyarakat. Mulai dari keagamaan, pendidikan, perekonomian, keamanan dan sektor-sektor lain yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat selalu diusahakan pemenuhannya. Tidak terkecuali Tentara Nasional Indonesia (TNI). masyarakat dulu sebelum reformasi mengenalnya dengan sebutan ABRI merupakan instrument vital bagi Negara dan bangsa Indonesia. Sejak pembentukannya sampai saat ini, TNI khususnya TNI AD tidak henti-hentinya bergerak dan berupaya dalam peningkatan mutu hidup bangsa Indonesia. Meskipun dalam pandangan umum TNI AD lebih diorientasikan pada bidang keamanan dan pertahanan, namun TNI AD juga turut berperan dalam berbagai hal lainnya seperti turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat ataupun menumbuhkan semangat patriotisme dan nilai-nilai moral bagi generasi  muda. Peran-peran TNI AD tersebut tergambar secara nyata dan dapat dirasakan masyarakat dalam pelaksanaan berbagai program yang terkait dengan visi dan misi TNI AD sebagai implementasi dari pengabdian kepada Negara dan bangsa.
Salah satu tugas penting TNI AD adalah pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang dilaksanakan melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) yang hakekatnya adalah kegiatan penyiapan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai sistem pertahanan semesta serta upaya membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kemanunggalah TNI Rakyat melalui kegiatan bantuan dalam mengatasi kesulitan rakyat. Kegiatan Binter ini diharapkan betul-betul menyentuh langsung kepentingan masyarakat di pedesaan, membuka isolasi daerah terpencil, meningkatkan roda perekonomian masyarakat di pedesaan dengan salah satu upayanya membuka akses yang lebih luas untuk pemasaran hasil bumi dan produk-produk yang ada di desa. Namun demikian kegiatan ini tidak hanya berhenti dengan bantuan yang terlihat secara fisik, bantuan non fisik pun turut menjadi sasaran dari program ini yaitu dengan meningkatkan wawasan dan semangat kebangsaan masyarakat desa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menumbuhkan kesadaran bela Negara pada masyarakat desa untuk menggugah semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan kegiatan ini terlihat betapa vitalnya peran TNI AD bagi masyarakat perdesaan. Keberadaan TNI AD tidak hanya menimbulkan rasa aman bagi masyarakat perdesaan namun juga rasa nyaman. Perasaan inilah yang baru-baru ini dirasakan oleh masyarakat Desa Sukasono Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut yang menjadi target pelaksanaan kegiatan Pembinaan Teritorial.
  Komandan Denbekang III-44-02/Garut Letkol Cba. Sukaryanto bersama segenap perwiranya dengan didampingi Bapak Asep Dedi selaku Ketua 2 DPP HIPWI dan perwakilan masyarakat desa, terjun langsung membantu masyarakat dalam pengerjaan pelebaran sebuah jalan yang bertempat di RW 07, RW 08 dan RW 12, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Pengerjaan pelebaran jalan ini semula sudah dilakukan dalam pengerjaan tahap awal yang dihadiri langsung dan dibuka Camat Sukawening U. Khaerudin SSos. MSi., dengan didampingi Kabag Umum Kecamatan Sukawening  H. Wawan SIP. Dan Kepala Desa Sukasono A. Syarifudin. Usai pengerjaan tahap awal tersebut jalan yang semula kecil dan hanya bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor itu kini menjadi cukup lebar sehingga dapat memberi akses bagi mobil-mobil untuk melewatinya. Dalam pengerjaan tahap awal, peleberan jalan mencakup jarak sepanjang 600 meter yang meliputi akses jalan yang biasanya digunakan peziarah untuk menuju tempat pemakaman umum Astana Kalapa. Sementara untuk pengerjaan tahap lanjutan yang dibantu oleh Kegiatan Binter dari Denbekang III-44-02/Garut cakupan jarak diperpanjang menjadi 700 meter sampai meliputi akses jalan bagi peziarah untuk menuju tempat pemakaman umum Tegal Nyanda. Tempat pemakaman umum Tegal Nyanda sendiri merupakan tempat bersemayamnya legenda silat Indonesia sekaligus pendiri Padepokan Silat Panglipur yang merupakan salah satu perguruan silat tertua di Indonesia yaitu Abah Aleh beserta putrinya yang merupakan salah satu maestro silat Indonesia yaitu Ibu Hj. Raden Eni Rukmini Sekarningrat.Yosman