Senin, 05 Oktober 2020

Di Cemarkan Nama Baik Di Medsos, Mahdi Suryana Berencana akan laporkan Pemilik Akun




Sukaresmi,Siasat Garut,- Berhati hatilah Bagi para Penguna Medsos ,Banyak Modus Penipuan dan Pengancaman yang di lakukan , Seperti yang  di alami Mahdi Suryana , Warga Kampung Pantan Gede, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, merasa dirugikan dengan pencemaran nama baik dan Perbuatan Tak Menyenangkan yang di duga di lakukan oleh akun yang mengatasnamakan jual beli online di media sosial (medsos) facebook. Pasalnya, tanpa alasan yang jelas, memposting foto termasuk identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya dengan keterangan kata-kata yang mencemarkan nama baik yang bersangkutan.



Mahdi menceritakan kronologis, kejadian berawal pada hari Sabtu (03/10/2020) sore, ia sedang santai duduk. Handphone androidnya berbunyi pesan masuk dari facebook. 


"Sewaktu dilihat di facebook, ternyata ada permintaan pertemanan dari akun atas nama Sopan Sopian. Dilihat profilnya samar-samar," ujar Mahdi, Minggu (04/10/2020) malam. 


Lanjut kata Mahdi, permintaan pertemanan pun dikonfirmasinya, ia berpikir mungkin teman yang sudah lama ingin kontak di (medsos). 


"Pas di buka lagi, ada penawaran HP murah dari akun atas nama Vika Arianti (sesama teman Sopan Sopian)," katanya. 


Setelah melihat-lihat penawaran dari akun pelapak atas nama Vika Arianti, kata Mahdi, ia mengklik pesanan HP dan besok harinya ada pesan masuk dari akun pelapak tersebut. Selanjutnya, Mahdi mengirimkan foto KTP miliknya, sebagai bukti identitas dan alamat pesanan. 


"Berlanjut komunikasi ke nomor whatsapp, ceritanya deal pesan satu unit HP merek Samsung A20 dengan harga 350ribu," jelasnya. 


Selanjutnya, sambung Mahdi, si akun pelapak minta di transfer uang sejumlah Rp400 ribu, padahal di postingan harganya Rp350 ribu. Pelapak beralasan berikut biaya antar barang. 


"Kata saya kenapa jadi 400 ribu, bukan 350 ribu. Katanya untuk biaya antar barang. Saya tanya bisa enggak barang sampai saya bayar, katanya tidak bisa kalau belanja online seperti itu, tranfer uang dulu, baru barang sampai," beber Mahdi.


Mahdi pun menolak transfer, karena takut penipuan. Namun setelah itu nomor WA si pelapak malah kirim screenshot posting di facebook yang isinya mencemarkan nama baiknya. Si pelapak beralasan tidak bertanggung jawab terhadap pesanan. 


"Barang tidak ada, uang harus tranfer, ini modus penipuan online. Saya akan laporkan ini ke pihak kepolisian, apalagi nama baik saya telah di rugikan," pungkasnya. (IW/Dayat)

Berikan Intruksi ke Camat, Lurah dan Kepala Desa, Bupati Garut Manfaatkan Siaran Virtual

 


Garut, Siasat Garut,- Guna Meningkatkan Kewaspadaan serta Kesiap siagaan dalam penangulangan serta memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid -19 dan kewaspadaan antisipasi penangulangan Potensi bencanaan  Alam , yang  mengancam warga masyarakat di kabupaten Garut membuat Bupati Garut mengeluarkan instruksi kepada Camat dan Kepala Desa serta para lurah di kabupaten Garut.




Intruksi Bupati Garut kali ini Melalui siaran virtual yang di sebar melalui Media Media Sosial, Bupati Garut H Rudy Gunawan meminta kepada para Camat,Lurah  dan Kepala Desa  untuk terus melaksanakan langkah – langkah prepentif dalam upaya mencegah penyebaran Covid 19 di kabupaten Garut.


” Sebagai Bupati Garut dan Ketua Gugus Tugas Covid 19 di kabupaten Garut saya menginstruksikan supaya dalam tugas sehari – hari saudara tetap melakukan langkah – langkah prepentif dalam mencegah Covid 19 di kabupaten Garut, diantaranya terus mensosialisasikan dan melakukan langkah pendisiplinan terhadap protokol kesehatan kepada warga masyarakat di seluruh wilayah kabupaten Garut, dengan di bantu oleh saudara kita TNI dan Polri dan relawan lainnya” papar Rudy Gunawan  Bupati Garut, Minggu 04/10/ 2020.


protokol kesehatan yang harus dilaksanakan  masyarakat yaitu selalu menggunakan Masker, Jaga Jarak, selalu Cuci Tangan menggunakan sabun dan selalu berdoa kepada Alloh SWT supaya kita selalu diberi kesehatan.


Hal lain yang perlu diwaspadai juga ungkap Bupati Rudy, dalam menghadapi musim hujan saat ini, pihaknya menginstruksikan pula untuk terus waspada menghadapi ancaman bencana longsor, banjir bandang serta pergerakan tanah yang bisa terjadi kapan saja.


” Dalam menghadapi musim hujan saya meminta kepada para Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan dengan berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Garut dan instansi terkait termasuk TNI dan Polri tentu harus waspada dan melakukan langkah kongkrit mitigasi bencana termasuk melakukan langkah pertama melakukan evakuasi keselamatan jiwa dan keselamatan harta benda bila mana terjadi bencana, kita bersatu padu mengatasi wabah Covid 19 dan kita siap Tangguh untuk menghadapi bencana” kata Rudi Gunawan Bupati Garut.( Dayat)

Minggu, 04 Oktober 2020

Lima Sembuh dari Covid-19 , Lima Terkonfirmasi Positif, jumlah total kasus 8.295




Garut,Siasat Garut,- berdasarkan informasi dari Humas Gugus Tugas Covid-19 kabupaten  Garut, Hari ini Minggu 04/10/2020  Ada penambahan 5 pasien kasus konfirmasi positif, dan 5 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian di sampaikan  Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Minggu 4 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB.


Yeni Yunita  Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 282, ditemukan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 5 orang, terdiri dari Kecamatan Cilawu sebanyak 2 orang, yaitu perempuan (KC-257) usia 14 tahun, dan laki-laki (KC-258) usia 4 tahun.


Adapun penambahan 3 orang kasus konfirmasi positif COVID-19 lainnya yaitu laki-laki (KC-259) usia 57 tahun dari Kecamatan Malangbong, dan laki-laki (KC-260) usia 66 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul, serta perempuan (KC-261) usia 15 tahun dari Kecamatan Banjarwangi.


Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 5 orang sedang menjalani proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut, yaitu 2 orang dari Kecamatan Garut Kota, 1 orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, 1 orang dari Kecamatan Cilawu, dan 1 orang dari Kecamatan Bungbulang.


Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) sebanyak 5 orang, terdiri dari Kecamatan Cilawu sebanyak 2 orang, yaitu perempuan (KC-215) usia 56 tahun, dan perempuan (KC-216) usia 31 tahun.


Selain itu terdapat penambahan 3 orang kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) lainnya, yaitu perempuan (KC-172) usia 26 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler, dan perempuan (KC-207) usia 46 tahun dari Kecamatan Leles, serta perempuan (KC-214) usia 24 tahun dari Kecamatan Kadungora.




Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 8.295 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 4.960 kasus, dengan rincian 767 Kasus isolasi mandiri dan 4.193 Kasus discarded/selesai pemantauan.


Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.074 kasus, dengan rincian 54 Kasus isolasi mandiri, 8 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.974 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.


"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.


Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 261 kasus terdiri 11 kasus isolasi mandiri, 40 kasus isolasi RS/perawatan, 198 kasus dinyatakan sembuh, dan 12 kasus meninggal.


Yeni mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus COVID-19 pada komunitas dan risiko individu menurut Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) RI. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat. Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 – 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.


"Oleh karena itu, Kami mohon kepada warga masyarakat untuk menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak, dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama," ungkapnya.


Menurutnya, kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dengan 3 M.


“Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan dalam melakukan 3 M diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak, karena tidak semua orang yang positif Covid-19 memiliki gejala." ujarnya.


Yeni menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondisi di tengah pandemi COVID-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan juga senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.


“Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini, dan saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari COVID-19,” ajaknya (Dayat)

Jumat, 02 Oktober 2020

Taman Bahagia Desa Wanajaya sajikan konsep Unik berwisata



Wanaraja,Siasat Garut,-Ilustrasi kekuatan  Lukisan bisa ciptakan rasa bahagia bagi yang setiap melihat dan merasakan kekuatan dan pesan dalam lukisan yang di tata dan di sajikan di lokasi wisata di Desa Wanajaya kecamatan Wanaraja, Wisata Bahagia konsep yang di tawarkan ke pengunjung.



Berbagai lukisan yang mengukapkan Sebuah perasaan bisa diketahui melalui sebuah ekspresi. Ekspresi tersebut dapat dilihat dalam bahasa tubuh ataupun ekspresi wajah saat menikmati beragam lukisan di lokasi ini.

dalam hal ini sebuah ekspresi ditunjukkan melalui sebuah lukisan Sebuah ilustrasi banyak digunakan dan dipercaya mampu menyampaikan berbagai pesan bahagia , namun pesan itu sendiri harus dilihat dari berbagai sudut pandang atau perspektif.



Mural ilustrasi kekuatan lukisan biasanya diciptakan untuk mengubah suasana menjadi lebih nyaman, menarik dan asyik serta rasa bahagia bagi yang melihatnya. Tak hanya itu, dengan adanya mural pada sebuah ruangan bisa berdampak pada sudut pandang seseorang.


Asep Choeruloh pengagas serta  inisiator  Taman bahagia di masa pandemi covid  -19 , di lahan miliknya se luas 2500 meter dengan di penuhi kekuatan hasil karya lukisan muralnya yang menghiasi di setiap sudut dan dinding ruangan dengan konsep Taman bahagia bisa menjadi alternatif wisatawan mengunjungi lokasi wisata baru dengan konsep unik ini.

Lokasi taman bahagia yang berada di pingir jalan Raya  Samangen Wanaraja bisa di akses dengan Mudah .


Camat kecamatan Wanaraja Mia Herlina bersama pemerintah Desa wanajaya serta ketua karang Taruna kecamatan berkunjung ke Galeri Taman Bahagia milik Asep Choeruloh ,Mereka semua terpana dan terpesona dengan berbagai koleksi lukisan yang menghiasi dinding Taman Bahagia,di samping mengenalkan karya lukisannya ada juga  edukasi kesehatan yang di paparkan mantan pegawai KPK ini, di masa pendemi untuk refleksi kesehatan supaya imun kita kuat.(IW/Dayat)

DPRD dan Pemkab Garut menyetujui pembentukan Kabupaten Garut Utara




Garut,Siasat Garut,-Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut beserta jajaran DPRD Kab.Garut, serta perwakilan Forum Masyarakat Garut Utara (FM Gatra) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang lll Tahun Sidang 2020, Kamis (1/10/20). Rapat paripurna digelar dalam rangka pembahasan pembentukan daerah persiapan Kabupaten Garut Utara dengan acara penandatanganan persetujuan  bersama.


Cakupan wilayah daerah persiapan Kabupaten Garut Utara terdiri dari 116 desa dengan sebelas kecamatan yaitu, Limbangan, Cibatu, Kadungora, Karangtengah, Kersamanah, Leles, Leuwigoong, Malangbong, Selaawi, Sukawening, dan Cibiuk. Lokasi ibu kota daerah persiapan Kabupaten Garut Utara nantinya akan berada di Kecamatan Cibiuk. 


Pemkab Garut menyetujui pembentukan Kabupaten Garut Utara atas segala yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat dalam terbentuknya kabupaten baru. Kabupaten Garut Utara secara politis memenuhi persyaratan untuk menjadi kabupaten baru di wilayah Kabupaten Garut. “Pembentukan kabupaten baru ini semata-mata dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Garut Utara,” tegas Rudy Gunawan dalam sambutannya.


Pemerintah Kabupaten Garut sebagai kabupaten induk akan memberikan dukungan dana. Pemberian ini dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah persiapan Kabupaten Garut Utara minimal sebesar 15 milyar rupiah per tahun untuk jangka waktu tiga tahun berturut-turut sejak peresmian. 


Selain memberikan dukungan dana, Pemkab Garut akan memberikan bantuan dalam bentuk lainnya. Sebanyak 2.885 PNS akan diserahkan untuk bertugas di wilayah calon daerah persiapan, memberikan sarana dan prasarana berupa aset pemerintahan, serta dokumen rekapitulasi keputusan BPD dan berita acara cakupan wilayah. (Dayat)

Kamis, 01 Oktober 2020

Rumah Panggung Milik Esih, Ludes di Lalap Sijago Merah

 



Pakenjeng,Siasat Garut,- Untung tak bisa diraih malang tak bisa di tolak peribahasa ini menimpa kepada Esih janda  5 anak  yang tinggal di kampung Pasir Luhur RT/RW 04/05 Desa Depok Kec Pakenjeng. Kamis dini hari 01/10/2020 sekitar jam 02 dini hari rumahnya ludes di lalap sijago merah.


Menurut keterangan kepala desa Depok Wawan Setiawan rumah ibu Esih ludes dilalap sijago merah, sekitar setengah jam seluruh material rumah sudah rata dengan tanah, Pasalnya kondisi rumah  Esih ,Rumah panggung, dan  kejadianya sekitar jam 2 dini hari, ketika warga sekitar lagi pulas-pulasnya tidur. Kebakaran tidak merembet kerumah sebelahnya.


Dalam peristiwa tersebut tidak  memakan korban jiwa,  karena malam itu esih dan anak bungsungnya yang masih duduk di bangku Sekolah dasar sedang menginap di rumah anaknya yang beda kampung , dalam kejadian itu ibu esih tidak bisa menyalamatkan harta benda yang ia miliki, bujupun hanya yang dipakainya.


Untuk sementara kebakaran ini diperkirakan dari tungku kayu bakar bekas siangnya masak yang waktu ditinggalkan belum padam, dan taksiran kerugian sekitar 40 juta dan untuk sementara ibu esih akan numpang sama anaknya. Tutup wawan setiawan




 Koptu Dony selaku babinsa Desa Depok menjelaskan begitu mendengar ada warga binaanya yang kena musibah, pada saat itu juga Dony langsung mendatangi lokasi yang jaraknya sekitar 5 km keTPK, namun apa daya dony tidak bisa berbuat banyak, karena begitu sampai lokasi kejadian  rumah ibu esih sudah ambruk, koptu Dony dan warga sekitar  berupaya agar supaya api tidak menjalar dan merembet kerumah yang lain di sekitar lokasi. (Dayat)

Pengesahan APBD Perubahan 2020 Kab Garut, di Warnai Aksi Walk Out Fraksi Demokrat

 


Garut, Siasat Garut, Rapat Paripurna Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2020 kabupaten Garut di kritisi tajam oleh Fraksi Partai Demokrat , lima Anggota DPRD Dari Fraksi Demokrat melakukan aksi walk out dalam Sidang Paripurna DPRD Garut sebagai bentuk Protes keras .  pembahasan dan pengesahan anggaran APBD Perubahan tahun 2020 di nilai tak Pro Rakyat.30/09/2020


Aksi Protes keras dengan aksi walk out saat paripurna pengesahan yang di lakukan oleh Fraksi Demokrat tersebut dikarenakan banyak anggaran perubahan yang mau disyahkan tidak berpihak pada masyarakat, tidak pro rakyat serta banyak keputusan yang dinilai mengambang.


Sebelum sidang paripurna dimulai, terlebih dahulu dilakukan finalisasi anggaran, termasuk rencana penolakan pengadaan mobil dinas empat pimpinan DPRD untuk segera di batalkan. 


Menurut salah seorang Anggota Fraksi Demokrat, Dadang Sudrajat, pihak Fraksi Demokrat sendiri meminta pimpinan DPRD untuk memfasilitasi pertemuan dengan Bupati Garut di ruangan Fraksi Demokrat. Akan tetapi pimpinan DPRD tidak memberikan kesempatan. 

Dok. Ahmad Bajuri Ketua DPC Partai Demokrat Garut dan Dadang Sudrajat Anggota DPRD Garut Fraksi Demokrat 


Padahal, lanjut Dadang, banyak persoalan temuan di lapangan yang hendak disampaikan dan dimasukan dalam anggaran perubahan.


"Ya, kami berlima dari Fraksi Demokrat memilih untuk walk out dan tidak menyetujui anggaran perubahan untuk disyahkan. Ketua Fraksi melakukan interufsi dan langsung meninggalkan arena sidang," jelas Dadang. Rabu (30/09/2020).


Ditambahkan Dadang, ada beberapa persoalan yang semestinya diakomodir dalam anggaran perubahan tahun 2020, ketimbang harus melakukan pembelanjaan kendaraan. 


Misalnya, lanjut dia anggaran perubahan difokuskan pada penganangan pandemi Covid-19, serta memberikan bantuan terhadap para pelaku usaha yang terkena dampak.


"Para petani, sopir angkutan umum idealnya diberikan bantuan untuk kehidupannya. Demokrat menginginkan anggaran perubahan menyentuh rakyat luas," kata dia. 


Diterangkan Dadang, petani di Garut saat ini sedang kesulitan mendapatkan pupuk sehingga berpengaruh terhadap anjloknya hasil pertanian. Sementara para sopir angkutan umum, dengan adanya pandemi Covid-19, sulit mendapatkan penumpang sehingga patut diberikan bantuan.


"Kami inginkan anggaran perubahan dibelanjakan untuk kepentingan rakyat, termasuk menolak dibelanjakan untuk pengadaan mobil dinas empat pimpinan DPRD dan pembelanjaan roda dua. Kalau untuk ambulance kita memang sepakat," pungkas Dadang .( RF/Dayat)